Suasana pagi di Desa Sukajadi, Kabupaten Purwakarta, diselimuti aura yang berbeda. Bukan hanya riuh rendah aktivitas pembangunan yang semakin intens, melainkan kehangatan tulus yang merajut antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan warga setempat melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128.
Di sela kesibukan, keakraban terpancar jelas. Anggota TNI terlihat duduk santai berdampingan dengan warga di teras rumah, diselingi gelak tawa anak-anak yang riang. Para ibu dengan sigap menyajikan hidangan, menciptakan pemandangan kebersamaan yang mengalir alami tanpa sekat.
Lebih dari sekadar menyentuh aspek fisik, TMMD ke-128 di Desa Sukajadi hadir sebagai upaya komprehensif untuk merajut hubungan sosial yang erat dan memperkuat fondasi kehidupan masyarakat desa secara menyeluruh.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kabupaten Purwakarta, Letkol Inf. Ardha Cairova Pariputra, mengungkapkan visi program ini. “Kita ingin membangun masyarakat dari berbagai aspek, tidak hanya fisik, tetapi juga sumber daya manusia, sosial, budaya, hingga keagamaan, ” ujarnya di lokasi, Kamis (30/4).
Di balik sentuhan sosial yang mendalam, pembangunan fisik tetap menjadi tulang punggung program TMMD. Perbaikan jalan penghubung strategis yang membentang dari Desa Sukajadi menuju wilayah sekitar hingga Kecamatan Bojong menjadi prioritas. Jalan yang sebelumnya terjal dan sulit dilalui kini perlahan bertransformasi, siap menunjang mobilitas warga dengan lebih lancar.
Jalan ini tidak hanya membuka gerbang transportasi, tetapi juga diharapkan menjadi urat nadi penghubung antarwilayah, mulai dari Purwakarta perkotaan, Kecamatan Kiara Pedes, hingga Bojong, sekaligus memantik potensi pariwisata lokal.
Tak berhenti di situ, program TMMD juga merambah pada kebutuhan dasar vital, yakni pembangunan pipanisasi air bersih sepanjang lebih dari satu kilometer dari wilayah Bojong menuju Desa Sukajadi. Solusi ini sangat krusial, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang kerap melanda.
Perhatian terhadap kualitas hunian juga menjadi fokus, dengan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang menjadi bagian dari sasaran fisik, demi meningkatkan kenyamanan dan taraf hidup masyarakat.
Letkol Inf. Ardha Cairova Pariputra menambahkan, berbagai program non-fisik turut meramaikan pelaksanaan TMMD. Mulai dari pembekalan wawasan kebangsaan, sosialisasi bahaya narkoba yang kian mengkhawatirkan, hingga penguatan administrasi kependudukan.
Salah satu inisiatif yang mendapat sorotan khusus adalah rencana pelaksanaan nikah massal bagi warga yang belum memiliki legalitas pernikahan. “Kita bantu masyarakat agar memiliki kepastian hukum melalui administrasi yang tertib, ” tambahnya.
Keseriusan TNI dalam menyentuh aspek kemanusiaan juga terlihat melalui kegiatan sosial seperti sunatan massal dan pengobatan gratis. Bersama tim medis, TNI tak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat dan memberikan pendampingan bagi ibu dan anak.
Kaum lansia pun tak luput dari perhatian, melalui kegiatan sosial dan pembinaan yang dirancang khusus. Aspek keamanan lingkungan pun diperkuat dengan edukasi dan pembangunan pos kamling, menumbuhkan rasa aman di tengah masyarakat.
Dukungan penuh terhadap program sinergis ini juga dilontarkan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein. Beliau menggarisbawahi dampak nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI melalui TMMD. “Kami ingin memastikan pembangunan bisa dirasakan sampai ke pelosok desa. Kehadiran listrik ini bukan hanya menerangi rumah warga, tetapi juga menerangi masa depan masyarakat Sukajadi agar lebih maju dan sejahtera, ” ujarnya.
Kepala Desa Sukajadi, Nurdin, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas kehadiran TMMD di desanya. Ia menilai program ini sebagai momentum emas, tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga. “Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi Desa Sukajadi menjadi lokasi TMMD ke-128. Ini menjadi kesempatan besar, bukan hanya untuk pembangunan, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga, ” ungkapnya.
Antusiasme warga dalam menyambut dan berpartisipasi dalam TMMD sangat terasa. Nurdin menambahkan, partisipasi masyarakat dari berbagai lapisan sangat tinggi, mereka tak hanya membantu, tetapi juga aktif belajar dan menyerap pengetahuan baru dari setiap kegiatan yang berlangsung. “Partisipasi warga luar biasa. Mereka tidak hanya membantu, tapi juga ikut belajar dan memahami banyak hal baru dari kegiatan ini, ” katanya.
Nilai luhur gotong royong kembali mengemuka di Desa Sukajadi berkat TMMD. “Ini bukan hanya soal pembangunan, tapi bagaimana kita kembali merasakan kebersamaan dan saling peduli, ” tambahnya.
TMMD ke-128 di Desa Sukajadi menjadi saksi bisu bahwa pembangunan desa sejatinya adalah tentang manusia dan kebersamaan, bukan sekadar infrastruktur. Jalan yang mulus, air yang mengalir, serta rumah yang layak huni menjadi fondasi kokoh, sementara semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi energi penggerak utama menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Purwakarta