Di tengah teriknya matahari selepas Zuhur di tepi Sungai Cikao, semangat kebersamaan terpancar dari warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta. Bersama personel TNI, mereka tak kenal lelah mengangkut puluhan gulungan pipa berukuran 32 mm PN 12.5, sebuah langkah krusial demi memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh penduduk.
Setiap gulungan pipa, yang memiliki panjang 50 meter, dipikul satu per satu oleh warga dan prajurit. Perjalanan dimulai dari truk pengangkut, menyusuri persawahan yang membentang, hingga tiba di tepi sungai yang membelah desa. Di sinilah, dengan bantuan batang bambu sepanjang 1, 5 meter, puluhan kilogram pipa tersebut diangkat dan dipanggul berdua untuk menyeberangi aliran sungai.
Tak berhenti di situ, perjuangan dilanjutkan hingga ke sumber air yang menjadi tujuan akhir, berlokasi di Desa Tanjungsari, kecamatan yang sama. Upaya luar biasa ini merupakan bagian integral dari program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan di Desa Sukajadi sejak 22 April hingga 21 Mei 2026.
"Alhamdulillah, anggota dan warga kompak bergotong royong mengangkut pipa hingga ke sumber air. Ini sumber air baru untuk warga Desa Sukajadi, " ujar Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ardha Cairova Pariputra, yang turut memantau langsung jalannya kegiatan.
Selain pipanisasi, fokus utama TMMD kali ini adalah pengecoran jalan rabat beton sepanjang 675 meter yang akan menghubungkan Desa Sukajadi dengan Desa Cileunca di Kecamatan Bojong. Kolaborasi lintas sektor terlihat jelas dalam proyek ini, di mana pipa disuplai oleh PLN, sedangkan keahlian pemasangan datang dari PDAM.
Proses pipanisasi sepanjang 800 hingga 1.000 meter ini diharapkan dapat mengalirkan air bersih ke toren di Dusun II dan Dusun IV, menjawab permasalahan klasik ketersediaan air bersih yang selama ini dihadapi oleh empat dusun di Desa Sukajadi.
Kepala Desa Sukajadi, Nurdin, membenarkan bahwa warganya selama ini harus berlangganan air ke Desa Cileunca dengan biaya Rp16 juta per enam bulan. Sistem pengaliran melalui pipa ke rumah-rumah warga, meskipun sudah terpasang meteran, baru menjangkau 500 rumah dan belum mencukupi kebutuhan.
Kondisi aliran air yang tak menentu, ditambah masalah pencurian dan perusakan pipa, semakin memperparah situasi. "Sebagai langkah antisipasi, warga melakukan patroli secara bergantian di sepanjang jalur pipa. Tapi ya ada saja kejadiannya. Aliran air berhenti karena pipanya hancur dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab, " ungkap Nurdin dengan nada kesal.
Oleh karena itu, Nurdin mengungkapkan rasa syukurnya atas program TMMD yang menghadirkan sumber air baru. Ia optimistis, setelah rampung, akan ada sekitar 200 sambungan baru yang bisa dinikmati warga. Program TMMD, menurutnya, memberikan dampak nyata, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Lebih dari itu, TMMD juga dinilai berhasil membentuk karakter kebersamaan warga Desa Sukajadi. "Pasalnya, sepanjang TMMD ini, warga dilibatkan untuk saling bergotong-royong. Saling membantu tanpa harus dikomando, " tuturnya.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengapresiasi program kolaborasi antara TNI AD dan Pemerintah Daerah ini. "Pemerintah daerah berkomitmen untuk berperan aktif, mendukung penuh serta membantu program ini hingga tuntas. Ini untuk kepentingan bersama seluruh warga Kabupaten Purwakarta, khususnya bagi warga Desa Sukajadi, " tegasnya.
Sementara itu, Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menekankan bahwa TMMD tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga penguatan aspek nonfisik. "Bagaimana TMMD ini dapat meningkatkan nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan. TMMD ini juga merupakan upaya TNI AD dalam mengamalkan rasa kecintaan terhadap lingkungan dan bangsa, " katanya saat meninjau lokasi TMMD.
Kolonel Hista Soleh juga berpesan pentingnya pemeliharaan hasil pembangunan TMMD dan proaktifnya perangkat desa serta TNI dalam melayani masyarakat. Ia berharap program ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat luas.
Seorang warga, Ube, yang turut terlibat dalam proses pipanisasi, mengaku sangat antusias. Baginya, TMMD adalah momen berharga untuk mempersatukan warga dalam membangun desa. "Saya sih sangat senang Desa Sukajadi tersentuh program TMMD. Pun halnya dengan seluruh warga desa, semuanya senang dan antusias. Tanpa aba-aba, warga bahu membahu dengan bapak-bapak tentara mengecor jalan, membuat pipanisasi, hingga memperbaiki rutilahu dan MCK, " ujar Ube.
Ube berharap pipanisasi segera rampung agar air dapat mengalir lancar ke rumah-rumah warga, membebaskan mereka dari kekhawatiran akan kebutuhan dasar seperti mencuci dan mandi. Ia tak lupa menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0619/Purwakarta dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta atas program yang membawa berkah ini.

Purwakarta